Hewan ternak merupakan salah satu komoditi yang sangat besar di Indonesia namun kelangkaan untuk pemenuhan kebutuhan pakan sangat sulit untuk dihindari, hal ini di sebabkan karena adanya kemampuan masyarakat Indonesia yang sulit dalam mencari makana buat ternak itu sendiri. Laju pertumbuhan peternakan di Indonesia sangat kurang dan hanya mencapai kurang 20 % per tahun. Masalah yang timbul selain pertumbuhan yang timbul yaitu bau kotoran ternak yang mengganggu untuk daerah perkotaan. dalam hal ini perda mengenai bau kotoran telah di sahkan dengan peraturan ”Setiap orang badan dilarang mengangkut bahan beracun, berdebu, berbau busuk, bahan yang mudah terbakar, bahan peledak dan bahan-bahan lain yang dapat membahayakan keselamatan umum dengan menggunakan alat angkutan yang terbuka.
(Perda No.8 Tahun 2007 : Pasal 5 tentang ketertiban umum dalam wilayah daerah khusus ibukota jakarta)
Kotoran ternak biasanya dibuang ditempat-tempat yang dekat dengan fasilitas umum dan sangat mengganggu. Permasalahan ini juga terjadi didaerah medan yang sebagian penduduknya bekerja dalam usaha peternakan.Untuk daerah medan sendiri telah di terbitkan Perda mengenai tata ruang dan tata wilayah Kota Medan No14/1995.Kejadian ini telah berpuluh tahun dirasakan oleh warga medan(Faisal.2009).
Disamping itu banyak limbah-limbah yang selalu dibuang dan tidak mempunyai manfaat, akan tetapi banyak limbah-limbah rumah tangga yang cocok untuk peternakan dan bermanfaat untuk perkembangan hewan ternak, selain itu juga dapat berkhasiat mengurangi bau kotoran hewan yang saat ini masih menjadi masalah yang harus dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat sekitar.Limbah mempunyai permasalahan yang sangat penting yaitu masalah lingkungan, dampaknya bagi kesehatan manusia. Pada permasalahan ini banyak komoditi dari kedelai yang tidak dimanfaatkan dan kebanyakan di buang setelah proses produksi (contohnya tempe). Pada produksi tempe kebanyakan limbahnya yaitu kulit ari kedelai sering dibuang di tempat-tempat umum contohnya di pemukiman penduduk yang sebagian bekerja sebagai penjual tempe dan tempat-tempat yang biasanya dijadikan pembuangan limbah secara sembarangan yaitu sungai.Di Indonesia, limbah kedelai sangat banyak diproduksi (K.H.Timotius.1997). Dampaknya ketika limbah kedelai dibuang disungai akan mengganggu kehidupan binatang yang ada disungai tersebut.
Banyak masyarakat yang tidak mengetahi manfaat limbah kult ari kedelai dan air taji beras secara menyeluruh. Pada proses perebusan, kulit ari yang terpisah akan mengandung protein yang sangat tinggi karena struktur protein tersebut berubah (Adawiah.2005). selain itu, kedelai juga mempunyai berbagai macam keunggulan yaitu dari nilai kandungan yang ada di dalam kedelai dan kedelai merupakan salah satu komoditi yang mempunyai kandungan isoflavon yang tinggi. Pada tanaman kacang-kacangan terdapat ratusan isoflavon (Dewick, 1994). Isoflavon adalah salah satu senyawa yang termasuk dalam golongan isoflavonoid. Isoflavonoid mengandung 15 atom C yang menyusun konfigurasi diphenylpropane skeleton sebagai struktur dasarnya termasuk sub-kelas flavonoid.Penyebaran isoflavon terbatas di alam dan biasanya terdapat dalam kelompok tanaman kacang-kacangan atau leguminosae dan tidak terdapat pada mikroorganisme seperti bakteri, alga, jamur, dan lumut (Markham, 1988). Salah satu dari bagian kedelai yang tidak dimanfaatkan adalah kulit ari kedelai.Kulit ari juga memiliki isoflavon yang tinggi dan limbah kedelai sangat bermanfaat untuk peternakan. Peternakan memerlukan 80% kulit ari kedelai untuk mencukupi kebutuhan terhadap pakan (Edi Burhamsyah).
Pakan serat bermutu rendah yang banyak digunakan dalam penyusunan ransum
unggas adalah kulit dari beberapa jenis biji-bijian (kulit gandum, kacang kedelai, dan cangkang coklat). Kecuali potensinya sebagai sumber energi, kulit biji-bijian juga mempunyai keunggulan dalam menekan kadar kolesterol dan akumulasi lemak tubuh pada ternak (Piliang, 1997).
Nilai Gizi Kedelai (Slamet dan Tarwotjo, 1980)
| Kadar zat gizi (%) | Kedelai |
| Protein | 46,2 |
| Karbohidrat | 19,1 |
| Lemak | 28,5 |
| Serat | 3,7 |
Pada tabel di atas diperoleh hasil yang berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan peternakan.Pada kedelai, zat gizi yang dihasilkan memiliki khasiat tersendiri yaitu protein, karbohidrat, lemak, dan serat.
Air cucian beras
Saat limbah kulit ari kedelai dan air cucian beras tidak dimanfaatkan, banyak kandungan yang terbuang. Kandungan kulit ari kedelai yang mempunyai isoflavon yang tinggi dan kandungan air cucian beras yang di dalamnya terdapat karbohidrat dan glukosa yang tinggi. Pemanfaatan kulit ari kedelai dan dan air cucian beras sangat bermanfaat untuk media peternakan yang salah satunya bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kandungan gizi pakan untuk media pakan ternak.Ketika digabungkan, limbah tersebut memiliki kadar gizi yang sangat tinggi dan hal ini telah dijelaskan bahwa setiap kandungan protein yang dihasilkan kulit ari tersebut sebesar 46,2 % dan kandungan karbohidrat dalam air cucian beras sebesar 21,89 % sedangkan glukosa yang dihasilkan sebanyak 19,70 %.
Sedangkan jika kedua campuran itu ditambah dengan kandungan garam yodium akan mengakibatkan campuran tersebut akan menjadi awet dikarenakan kandungan garam sendiri mengurangi pertumbuhan jasad renik (Kuliah PIP).Dan jika limbah-limbah itu dapat dimanfaatkan akan memberikan pengaruh yang baik khususnya makanan ternak dan pengurangan pencemaran lingkungan dari kulit ari kedelai dan air cucian beras.
Daftar Pustaka
Adawiah.2005. Respons terhadap Suplementasi Sabun Mineral dan Mineral Organik serta Kacang Kedelai Sangrai pada Indikator Fermentabilitas Ransum dalam Rumen Domba.
http://e-jurnal.perpustakaan.ipb.ac.id/files/Adawiah_ResponTerhadapSuplementasiSabun.pdf
Agus Tri W.2008.Perbandingan Kadar Alkohol dan Asam Asetat Pada Cuka Air Cucian Beras. http://etd.eprints.ums.ac.id/752/
Dewick PM. 1994. Isoflavonoids. In The Flavonoids : Advances since 1986. Ed.
JB Harborne, New York, NY : Chapman-Hall, pp.117-238.
Edi Burhamsyah.2009.Pakan Ternak Manfaat dan Fungsinya. http://rumpunilmu.blogspot.com
Gunadi Setiawan.2006. Kinerja Produksi Ayam Broiler yang Diberi Limbah Restoran Hotel Sahid Sebagai Pengganti Dedak Padi. http://iirc.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/2523/1/2006gse_abstract.pdf
Iswandari Rochani.2006. Studi Kandungan Isoflavon Pada Kacang Hijau (Vigna radiata L), Tempe Kacang Hijau, dan Bubur Kacang Hijau
http://iirc.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/1560/4/Iswandari.%20Rochani_A2006.pdf
K.Sukada.2007. Pengaruh Penggunaan Pollard, Kulit Kacang Kedelai, dan Pod Kakao Terfermentasi Dengan Ragi Tape Terhadap Karkas dan Kadar Kolesterol Daging Itik Bali Jantan. http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/sukada%20100202007.pdf
Krismotius.2004. Produksi Pigmen Angkak Oleh Monascus.
http://e-jurnal.perpustakaan.ipb.ac.id/files/Krismotius_ProduksiPigmenAngkak.pdf
Markham KR. 1988. Cara Mengidentifikasi Flavonoid. Bandung : Penerbit ITB
M.Faisal Matondang.2009. Aroma kotoran ternak kaki empat mengganggu pelaksanaan ibadah. http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=30802:aroma-kotoran-ternak-kaki-empat-mengganggu-pelaksanaan-ibadah&catid=14:medan&Itemid=27
Nasution, A.H.2005.Pengantar Ilmu Pertanian.
http://bima.ipb.ac.id/~tpb-ipb/materi/pip/kuliah%20PIP%20topik%2010-05.pdf
Peraturan Daerah Provinsi Daerah khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum Dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Piliang, W.G. 1997. Strategi Penyediaan Pakan Ternak Berkelanjutan Melalui Pemanfaatan Energi Alternatif. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Nutrisi, Fapet IPB, Bogor.
Slamet, D S. dan Ig. Tarwotjo. 1980. Komposisi Zat Gizi Makanan Indonesia.
Depertemen Kesehatan R I . Jakarta.
Timotius, K.H., dan Utomo, O.R. 1997. Pengaruh Znterhadap pembentukan biomassa dan pigmen oleh Monascus purpureus UKSW40 pada medium yang mengandung air rendaman kedelai. Bul. Teknol. Industri Pangan. VIII (2) : 1-6.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)